Sadar Jika Dikangenin, Gudeg Jogya pun Dikalengin

Gudeg, setiap kali membicarakan gudeg, pikiran melayang ke Yogyakarta. Seperti cita rasa masakan khas suku Jawa bagian tengah, gudeg didominasi rasa manis. Sebagai penyeimbang biasanya gudeg disajikan bersama sambal goreng krecek lengkap dengan kacang tolo yang gurih dan potongan cabe utuh agar rasa pedasnya kian kuat. 

Tidak seperti masakan Padang yang mudah ditemukan di berbagai warung dan restoran, gudeg agak lebih susah didapatkan di luar Yogyakarta. Meskipun ada beberapa penjual gudeg di kota-kota lain, namun tak sebanyak penjual sate atau bakso yang lebih lazim ditemui. 

Sadar jika gudeg menjadi salah satu kuliner Yogya yang dirindukan, para pengusaha kuliner Yogya menemukan terobosan, yaitu gudeg yang dikemas dalam kaleng sehingga bisa tahan beberapa bulan dan lebih mudah didistribusikan. 

Gudeg kalengan tersebut dikemas dalam kaleng ukuran 300 gram. Para pecinta Gudeg bisa memilih lauk pelengkap yang terdapat di dalamnya. Apakah ayam, telur dan tahu bacem atau sambal goreng krecek, setiap jenis lauk tersebut dikemas bersama sayur gudeg (nangka muda) dalam kaleng yang dilengkapi label halal MUI dan No. BPOM. Jika ingin menu gudeg lengkap, maka pembeli bisa membeli semua pilihan varian lauk yang tersedia.

Cita rasa gudeg kalengan ini nyaris tak berbeda dengan gudeg yang biasa disantap di tempat. Sambal goreng krecek yang kenyal dengan bumbu yang pas, sayur gudeg yang lezat, ayam yang empuk dan gurih mengingatkan pada saat-saat menikmati gudeg sambil menyaksikan Yogyakarta di waktu malam. Apalagi gudeg kalengan ini mudah disajikan, tinggal dihangatkan dengan cara dikukus, lalu disajikan sebagai menu santapan.

Teknologi tak hanya membantu mengemas gudeg kesayangan agar tak hanya tinggal kenangan. Distribusi gudeg kalengan mudah diperoleh melalui pembelian secara online. Tinggal menggulirkan jari di marketplace, bayar menggunakan dompet digital atau internet banking. Duduk manis saja di rumah, tunggu kiriman gudeg yang membuat senyum merekah.

Tapi kalau kangen pada gudeg Yogyakarta tak hanya cita rasanya, namun kangen duduk-duduk di angkringan Malioboro sambil menikmati suasana, itu lain masalah. Hanya bisa ditebus dengan perjalanan beberapa jam demi melampiaskan rindu yang menyesakkan dada.